Kado Abadi 25 Tahun Berpulangnya Sang Maestro "Mahbub Djunaidi"


Dua puluh lima tahun sudah sang maestro berpulang, kini tinggal tulisan dan cerita beliau mengabadi di telinga kader pergerakan. Dalam Memperingati 25 haul Sang Maestro PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam Mempersembahkan Kado Abadi Untuk sang Maestro berupa untaian karya kader dan anggota Rayon, Karya ini untuk mu bung.


    Surat Cintaku Untukmu Pendekar Pena
                      Oleh: Khoirunnisa'
                       Kader REBI 2018

Hai Bat, bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?
Ah, kau juga bisa menganggapnya sebagai curahan hatiku, atau mungkin ungkapan cintaku.
Anggaplah itu sesukamu

Hai pendekar penaku
Aku sungguh ingin tahu tentang masa kecilmu, masa remajamu, masa dimana kau bergelut dengan pikiranmu untuk mencapai suatu dobrakan yang baru.
Kau dengan lantang berani menyerukan suara-suara rakyat agar pemegang pilar bangsa tidak salah langkah.

Aku juga ingin tahu bagaimana caramu menggoreskan aspirasimu, idemu, khayalanmu, imajinasimu, maupun inspirasimu dalam tulisan tinta yang begitu membuatku takjub.
Hah... Andai saja saat itu aku ada di sisimu.
Mungkin aku bisa mendampingimu kala itu.

Hai sahabatku Mahbub
Bolehkah aku mengeluh kepadamu?
Pergerakanmu terombang-ambing
Banyak hantaman sana-sini
Angin menerpa kuat dari hilir arah timur, barat, utara, selatan.
Benar seperti kata pepatah
"Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin yang menerpa.

Tapi kau tak perlu risau, Bat.
Pergerakanmu semakin hari akan semakin kuat.
Seperti lirik lagu Mars PMII yang kau ciptakan.
"Satu barisan dan satu cita"
"Satu angkatan dan satu jiwa"
"Tangan terkepal dan maju ke muka"
Semua ajaranmu, pemikiranmu, karya-karyamu
Akan selalu abadi dalam bentuk pengabdian kami
Dan satu janjiku
Takkan berpaling darimu



  Surat Ku Hanya untuk MU Pendekar pena
                              Oleh ANS
                         Kader REBI 2017

Selamat malam Bung. 
Apa kabar dengan mu hari ini? semoga engkau baik-baik saja disana.
Tak terasa, sudah dua puluh lima tahun kita tak jumpa. Selayaknaya anak burung garuda, sudah seharusnya akubisa terbang menyusuri lautan samudra biru. Dengan kedua sayapku yang kian hari tumbuh berkembang lebatbulunya. Namun apa nyatanya setelah sekian lama kita tak jumpa dan tak lagi bersama, rasanya sulit sayap ini aku ajak untukberterbang. Entah tak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Tapi  memang rasanya ada yang kurang jika engkau tak lagi ada dismpingku.
Bung, waktu dua puluh lima tahun merupakan waktu yang cukup lama.Sampai detik ini saya rasa belum aku temui sesok figur seperti mu, yang dapat memandang dan menagaca persoalan dengan cerdas, dengan dibumbui banyolan-banyolan yang khas. Sehingga dengan hadirnya karya tulis mu  dapat menghipnotis sang fajar terang (Bung Karno) terkesima dengan kepiawaianmu, hingga semua meyebut mu pendekar pena.
Sungguh aku sangat benci dengan mu.Karena dengan mengenalmu adalah duka, mengenang mu adalah siksa, dan menggingatmu adalah misteri yang tak bisa dihapuskan.Untuk mu pendekar pena. Aku harap engkau tak hadir kembali, cukuplah engkau yang mendekap dengan sang fajar terang. Biarkan anak-anak garuda ini menganyam sayapnya masing-masing. semoga engkau tenang dan kekal di alam baka. Aaamiin....

ANs
03:33 WIB
Krasak, 02 Oktober 2020


          Pena Yang Tak Benar-Benar Mati
                           Oleh : Rafi
                    Anggota REBI 2019

Ia lahir dikala duka menyelimuti negeri, 
Ia tumbuh dari pengasingan-pengasingan, ia berkembang dengan benturan-benturan.
Mengabarkan dengan pena, bahwa negri ini sedang tidak baik-baik saja.
Mahbub junaidi, sang pendekar pena yang tak pernah benar-benar mati.
Meski jeruji kerap kali mencoba membumkamnya, namun pena itu tak pernah bungkam. Tintanya leber diseluruh negri ini.
Dan tetap mengabarkan bahwa perjuangan tetap harus berjalan. Api-api perlawan harus tetap membara. Dan pulang, tapi ia tak pernah benar-benar pulang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kado Abadi 25 Tahun Berpulangnya Sang Maestro "Mahbub Djunaidi""

Posting Komentar

MAKNA FUNDAMENTAL “KEMERDEKAAN”

  MAKNA FUNDAMENTAL “KEMERDEKAAN” Oleh : M. Syamsul Haq Fardian   Begitu banyak peristiwa penting negeri ini dalam perjalanan menuju k...